Kab.Bandung (BR.NET).- Biasanya dibuang Sayang, tetapi mending di Donorin aja. Keberhasilan orang -orang hebat ternyata tidak terlepas dari gaya hidup yang selalu melibatkan diri, berprilaku berkehidupan sosial melalui campur tangan Allah.
Menilai dua Sosok tokoh sekaligus pejabat sukses yakni Hj. Renie Rahayu Fauji beliau orangnya ramah, memiliki budi pekerti luhur, pengusaha berhasil pemimpin selaku Ketua DPRD Kabupaten Bandung dan H. Aep Hendar Cahyadi Pengusaha Juga Dirut Utama BPR Kertaraharja Bandung.
Mereka selain dikenal pengusaha sukses juga dikenal ssebagi sosok yang peduli terhadap sosial kemanusiaan, menyayangi anak yatim piatu, Jompo, menyantuni fakir miskin, peduli Disabilitas, dan Anak Thalasemia,”‘ungkap Atep Kusman selaku Ketua KIM Kab. Bandung di R. M. Penyetan Mbok Galak, Sukamanah Majalaya, Sabtu (15/2/2025).
Atep menceritakan, disela-sela kesibukan mereka sempat menghampiri dan melakukan berbincangan singkat bahwa.
Ketua DPRD Kab. Bandung Hj. Renie Fauji menyatakan, sebelumnya setiap sebulan sekali darah nya di buang, namun kali ini daripada darah di buang sayang mendung di donorkan saja.
“Biasanya setiap bulan di buang, tapi sayang dari pada di buang lebih baik sekarang akan saya donorkan, darahnya lebih bermanfaat bagi orang yang membutuhkan, “imbuhnya.
Menurut Renie, sebagai warga Majalaya dan ditemukan permasalahan sosial yang di tangani RedTI tentu saya lebih peduli, apa yang menjadi keluhan mereka akan saya perjuangkan demi masyarakat. Di waktu botram bareng saya mjai terketuk hati bahkan berurai air mata, melihat mendengarkan langsung curhatan mereka.
Terutama Mereka berteriak soal BPJS yang masih bayar, saya tampung segi aspirasi kemudian akan saya dorong melalui kewenangan saya. Mereka butuh gejebo sudah saya bangunkan dari saku pribadi dan lgi berjalan pembangunnnya.
“Nah, begitu ada jadwal donor, saya terketuk lagi, dari pada saya buang tiap bulan lebih baik saya donorkan, “ucap Ketua Dewan usai donor dengan wajah semringah.
Sedangkan pemilik tempat Mbok Galak H Aep Hendar Cahyadi menerangkan, mendukung program kemanusiaan seperti kegiatan Donor Darah yang di selenggarakan RedTI adalah sumber dana bersifat secara pribdi.
“Saya suport RedTI sudah berjalan selama 2 tahun, dulu sekretariatnya disini sebelum di berikan Bupati. Saya fasilitasi mulai dari tempat di “Fun Caffe” mbok galak, memberikan dana operasional setiap bulan, “ucap H. Aep, diakuinya.
Kepedulian ini tumbuh atas dasar curhatan mereka melalui RedTI, para relawan yang mampu menggugah memberikan inspirasi, motivasi terhadap mereka yang butuh perhatian khusus.
” Saya berharap para pengusaha lain juga dapat termotivasi bisa memberikan manfaat, mau peduli terhadap warga sekitar, “harapnya.(Gum)
Discussion about this post