Kab.Bandung (BR.NET).- Potensi gempa bumi memang masih ada dan menjadi ancaman di wilayah Kabupaten Bandung. Alangkah baiknya kita harus meningkatkan kesiapsiagaan maupun kewaspadaan dalam upaya mengurangi risiko bencana gempa bumi tersebut.
Peristiwa gempa bumi selain pernah terjadi beberapa kali di Kabupaten Bandung, juga kejadian serupa baru-baru ini gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi di Myanmar pada Jumat (28/3/2025) lalu. Peristiwa bencana alam gempa bumi tersebut harus menjadi perhatian semua komponen masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan. Gempa bumi di Myanmar itu mengakibatkan ribuan jiwa jadi korban.
“Memang di Kabupaten Bandung juga masih ada potensi bencana alam gempa bumi. Mengingat Kabupaten Bandung yang berada di Jawa Barat, Jawa, berada pada gerakan tiga lempeng besar. Yaitu, lempeng Eurasia (daratan Asia), lempeng Indo-Australia (Samudra Hindia) dan lempeng Pasifik (Samudra Pasifik), yang setiap tahun diperkirakan mengalami pergerakan di antara ketiga lempeng besar tersebut,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama dalam keterangannya, Kamis (3/4/2025) malam.
Uka Suska mengatakan dampak dari pergerakan dua lempeng samudra (lautan) dan satu lempeng benua (daratan) itu tidak menutup kemungkinan mengakibatkan terjadinya gempa bumi megathrust (gempa dengan kekuatan besar).
“Kapan gempa megathrust itu bakal terjadi? Sampai saat ini, kita belum memiliki alat yang bisa digunakan untuk mendeteksi lebih dini potensi gempa bumi tersebut. Sementara alat yang sudah dimiliki itu, ketika sudah terjadi gempa bumi, sehingga bisa diketahui titik koordinat maupun episentrum atau pusat kedalaman gempa bumi. Termasuk untuk mengetahui kekuatan gempa bumi atau magnitudo, setalah terjadi gempa bumi,” ungkap Uka Suska.

Menurutnya, potensi gempa bumi itu tidak hanya disebabkan oleh pergerakan tiga lempeng besar tersebut. Di Kabupaten Bandung, katanya, ada potensi gempa bumi dari aktivitas Sesar Lembang yang bersumber dari Gunung Tangkuban Parahu.
Ia menyebutkan pergerakan Sesar Lembang itu dengan alur ke kawasan Cimenyan, Cilengkrang hingga Cileunyi Kabupaten Bandung.
“Pergerakan Sesar Lembang itu harus kita waspadai karena diinformasikan akan mengakibatkan terjadinya gempa bumi megathrust. Kita bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi potensi itu ada berdasarkan hasil penelitian sejumlah pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan semua komponen masyarakat,” katanya.
Uka Suska mengatakan terkait dengan ancaman potensi bencana alam gempa bumi dan kondisi cuaca di Jawa Barat itu, sempat dibahas dalam rapat koordinasi antara BMKG dengan para kepala pelaksana BPBD se-Jawa Barat pada Selasa (1/4/2025).
Rapat koordinasi secara daring melalui zoom meeting itu sempat membahas terkait bencana alam gempa bumi di Myanmar yang mengakibatkan ribuan jiwa jadi korban.
“Dengan adanya kejadian bencana alam gempa bumi di Myanmar itu, alangkah baiknya kita meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam upaya mengurangi risiko bencana. Mengingat kita tak pernah tahu kapan potensi gempa bumi itu bakal terjadi, karena sampai saat ini belum ada alat yang bisa digunakan untuk mendeteksi lebih dini potensi ancaman gempa bumi,” ujarnya.(Gum)
Discussion about this post