Sumedang (BR).- Hadapi Pemilu 2024, Puslitbang Polri kunjungi Polres Sumedang dalam rangka Evaluasi Mutu Sarana dan Prasarana Polri, yakni di Aula Tribrata Polres Sumedang, Selasa 14 Februari 2023.
Kunker tersebut, dipimpin ketua tim Kombes Pol Harvin Raslin, S.H, beserta anggota Kompol Arif Yuni Purwanto, S.H., M.H, Penata TK I Mulyanto, S.E, Penata I Bugi Martino, dan Konsultan Drs. Ary Wahyono, M.Si, dari Badan Riset Inovasi Nasional.
Dijelaskan ketua tim dalam sambutannya, bahwa kegiatan ini bertujuan memonitoring dan meninjau peningkatan, kondisi mutu, sarana prasarana Polri untuk pengamanan objek vital yang dibatasi pada objek vital tertentu maupun nasional dalam rangka pengamanan Pemilu 2024.
“Berdasarkan UUD 1945 dan UU Nomor 2 Tahun 2002, di mana Polri memiliki tugas dan kewenangan menjaga keamanan dalam negeri, termasuk menjaga keamanan objek vital yang memiliki peran strategis bagi terselenggaranya pembangunan nasional,” kata Harvin.
Sementara itu, diungkapkan Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan, bahwa kegiatan monitoring dan peninjauan ini sebagai wujud persiapan serta kesiapan yang dilaksanakan Polri, khususnya Polres Sumedang.
“Salah satu kebijakan Transformasi Organisasi yang dicanangkan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, yaitu program pemenuhan sarana dan prasarana Polri dalam aksi pengadaan sarana, prasarana, dan peralatan secara transparan, berkualitas, dan sesuai kebutuhan,” terangnya.
“Untuk itu, berbagai sarana dan prasarana yang tepat guna dan tepat sasaran sangat diperlukan dalam tugas pengamanan objek vital untuk mendukung dalam menciptakan situasi yang aman dan nyaman,” tuturnya pula.
Bahkan, menurut Kepres Nomor 63 Tahun 2004 tentang pengamanan Objek Vital Nasional dibutuhkan sistem pengamanan yang lebih kuat dan didasarkan atas standar sistem pengamanan yang ketat.
“Standar sistem pengamanan yang ketat ini tidak lepas dari dukungan personel dan sarana prasarana yang memadai yang disesuaikan dengan jumlah lokasi objek vital nasional yang ada baik pada tingkat pusat maupun di kewilayahan,” terangnya.
Sehingga, tambah dia, kondisi sarana dan prasarana yang memadai perlu mendapatkan perhatian khusus untuk mendukung sistem pengamanan objek vital yang kuat.
“Hal ini, sejalan dengan program menuju Polri yang presisi,” tandasnya. (BR-10)
Discussion about this post